4 Pengaruh Pilkada DKI Jakarta 2017 Terhadap Bisnis Indonesia

Setiap tahunnya, ada ratusan pemilihan kepala daerah (pilkada), baik itu bupati, walikota, maupun gubernur, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi. Salah satu pilkada yang diadakan dan ditunggu-tunggu adalah pilkada DKI Jakarta. Namun, di berbagai media, baik televisi, koran, radio, yang menjadi bahan perbincangan justru sebagian besar adalah pilkada Jakarta ini. Bahkan, di media sosial pun seperti facebook, twitter, Instagram, keramaian pilkada Jakarta juga tampak bagi warganya, maupun warga non DKI Jakarta itu sendiri.

Pilkada DKI Jakarta telah menjadi sorotan oleh berbagai pihak, selain karena DKI Jakarta merupakan ibukota dari indonesia, Pilkada DKI Jakarta merupakan barometer bagi Indoensia. Pasalnya, merebut Jakarta hampir sama dengan merebut Indonesia. Sebagian besar keuangan Indonesia ada di Jakarta, sehingga salah kelola tentang Jakarta akan berdampak pada daerah lain diluar provinsi DKI Jakarta itu sendiri.

Dari berbagai pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pilkada DKI Jakarta 2017 ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat. Namun, Bank Indonesia (BI) sendiri memandang bahwa dampak pemilihan kepala daerah atau pilkada yang tercermin pada komponen pengeluaran lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak terlalu besar. Menurut direktur kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro, pilkada tahun ini turut menyumbang pertumbuhan ekonomi. Tetapi, kontribusinya tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Beda halnya dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Beliau berpendapat bahwa pilkada DKI Jakarta 2017 ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap bisnis Indonesia, karena pengaruh era digital yang cukup pesat dibanding pada 5 tahun lalu. Namun, pengaruh kuat seperti apakah yang mempengaruhi bisnis dan ekonomi Indonesia? Simak ulasannya di bawah ini!

Pilkada DKI Jakarta 2017
Investasi ikut melemah. Sumber: richard-cayne.org

1. Melambatnya investasi

Investasi dipastikan akan tumbuh dengan sedikit melambat, mengingat berbagai kejadian yang melanda menjelang pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Demonstrasi 4/11, 2/12, dan 4/12 adalah salah satunya. Akibatnya, investor ragu untuk menanamkan aset mereka, dikhawatirkan stabilitas yang bergejolak ini mampu merubah proyeksi keuangan dan keuntungan yang berimbas pada pendapatan mereka.

IHSG. Sumber: livescience.com
IHSG. Sumber: livescience.com

2. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam

Demonstrasi 4/11, 2/12, dan 4/12 adalah faktor utama penyebab turunnya harga IHSG. IHSG merosot cukup besar, yakni sebesar 0,4% ke level 5307. Hal ini tentunya sudah tidak asing lagi, di mana indeks saham dipengaruhi oleh aktivitas politik maupun kejadian dalam negeri. Bahkan, Amerika Serikat sendiri sempat mengalami kejatuhan saham yang cukup tajam karena terpilihnya Trump sebagai presiden. Jadi, sudah dipastikan pilkada DKI Jakarta 2017 akan berdampak signifikan terhadap IHSG Indonesia.

UMR Jakarta 2017 naik. Sumber: tribunnews.com
Rupiah melemah. Sumber: tribunnews.com

3. Rupiah melemah

Aksi demonstrasi kemarin mengakibatkan ketidakstabilan rupiah yang cukup besar. Sempat melemah sebesar 0,1% atau 13 poin ke angka 13.088 per dolar US, kini berakhir dengan penguatan 0,05% ke angka 13.068 per dollar di hari yang sama. Dampak serupa juga disinyalir akan terjadi seiring dengan menguatnya masing-masing calon mendekati hari pemilihan.

Pilkada DKI 2017
Pertumbuhan ekonomi. Sumber: rayapos.com

4. Nilai kegiatan ekonomi yang cenderung tidak berubah

Meningkatnya penggunaan media sosial, disebabkan adanya aturan pembatasan pengeluaran dana kampanye para kandidat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga ikut mengurangi dampak positif pelaksanaan pilkada terhadap ekonomi Jakarta. Sesuai keputusan KPU Provinsi DKI, beberapa waktu lalu, masing-masing pasangan calon hanya diperbolehkan membuat pengeluaran untuk kegiatan kampanye mereka maksimal Rp 203 miliar.

Di lain pihak, anggaran belanja KPU DKI untuk Pilkada 2017 berjumlah Rp 478 miliar. Jika angka itu dijumlahkan dengan biaya kampanye ketiga pasangan calon yang nilainya mencapai Rp 609 miliar (Rp 203 miliar x 3), akan diperoleh total belanja selama pelaksanaan Pilkada DKI 2017 sebesar Rp 1,1 triliun. Wow!

Jadi, sudah siapkah Anda menghadapi beberapa pengaruh pilkada DKI Jakarta 2017 terhadap bisnis Indonesia tersebut?



Author: TALIAN
Industry Solution Expert of Maximo, Quintiq, TEAM. TALIAN is an industrial solution provider. IBM Gold Partner for Maximo in Indonesia. Certified Maximo consultants expert of Enterprise Asset Management (EAM)
Scroll Up