Manajemen adalah Segalanya! Benarkah?

Banyak orang-orang dari Anda pasti terbiasa mengatur satu atau banyak hal di setiap aktivitas yang dilakukan, sehingga segala suatu pasti terencana dengan baik. Tetapi banyak dari mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini tak jauh dari terms ‘manajemen’.

Manajemen secara umum memang memiliki banyak sudut pandang dan persepsi. Namun dalam hal visi dan tujuannya, kesemua pengertian tersebut akan mengerucut kepada satu hal, yaitu pengambilan keputusan. Pengertian Manajemen yang seringkali kita dengar dalam keseharian kita, sejatinya bermakna seni dalam mengelola dan mengatur. Seni tersebut menjadi krusial dalam rangka menjaga kestabilan sebuah entitas bisnis atau perusahaan dan organisasi.

Manajemen bisa juga menjadi skill atau kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu untuk kita. Manajemen memiliki kaitan yang sangat erat dengan leader atau pemimpin. Sebab pemimpin yang sebenarnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk menjadikan orang lain lebih dihargai, sehinnga orang lain akan melakukan segala keinginan dari pemimpin mereka.

Segala sesuatu yang anda kerjakan, merupakan bagian dari manajemen. Ambil contoh yaitu kepemimpinan. Mengatur banyak orang, memberi arahan dan perintah merupakan bagian dari manajemen. Banyak orang yang mengira bahwa manajemen itu bagian dari kepemimpinan, yang justru kenyataannya adalah sebaliknya.  Kembali lagi pada definisi manajemen itu sendiri, yang menyebutkan bahwa manajemen adalah seni dalam mengelola. Sebuah seni tentunya tidak hanya menggunakan satu metode semata. Metode yang digunakan haruslah banyak untuk kemudian menjadikannya sebagai seni yang bernilai tinggi. Begitu pula dengan manajemen. Untuk menata sebuah sistem diperlukan manajemen yang handal agar sistem tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Manajemen. Sumber: cliffdumas.com
Manajemen. Sumber: cliffdumas.com

Manajemen secara umum dapat dibagi menjadi 4 fungsi, yaitu :

1. Fungsi Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah proses untuk menetapkan tujuan dan visi organisasi (perusahaan) sebagai langkah awal berdirinya sebuah organisasi. Fungsi perencanaan identik dengan penyusunan startegi, standar, dan serta arah dan tujuan dalam mencapai tujuan perusahaan.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian berhubungan dengan bagaimana mengatur sumber daya baik manusia maupun fisik agar tersusun secara sistematis berdasarkan fungsi nya masing-masing. Dengan kata lain, fungsi organizing ini lebih menekankan pada bagaimana mengelompokan orang dan sumber daya agar menyatu.

3. Fungsi Pengarahan (Directing)

Fungsi manajemen dalam hal pengarahan lebih menekankan pada upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan optimal. Mulai dari pemberian bimbingan kerja, motivasi, penjelasan tugas rutin, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian (Controlling)

Fungsi pengendalian lebih fokus pada evaluasi dan penilaian atas kinerja yang selama ini telah dilakukan dan berjalan. Fungsi pengendalian akan melihat apakah terdapat suatu hambatan atau tidak dalam proses mencapai tujuan organisasi.

Sebenarnya, manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan menyeluruh serta diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Pada intinya, saat ini semua orang, tidak hanya manajer, dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang dihasilkan oleh berbagai aliran dikarenakan seseorang atau manajer tersebut bisa memilih teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. Di samping itu, seorang manajer dapat saja menggabungkan dan memanfaatkan teori dan konsep yang paling cocok atau pendekatan untuk menghadapi masalah sederhana maupun yang kompleks. Pendekatan-pendekatan ini juga yang menggambarkan kedudukan dan peranan manajemen saat ini dan di masa datang.

Namun, bagaimana jika Anda ternyata tidak memiliki seluruh kemampuan yang memadai untuk memahami seluruh bidang manajerial? Misalnya, manajemen aset yang terkadang memang membutuhkan keahlian khusus. Jika sudah begini, Anda dapat mempertimbangkan opsi untuk menggunakan konsultan, karena terkadang memang beberapa bidang manajemen memiliki kerumitan yang cukup tinggi.

 



Author: TALIAN
Industry Solution Expert of Maximo, Quintiq, TEAM. TALIAN is an industrial solution provider. IBM Gold Partner for Maximo in Indonesia. Certified Maximo consultants expert of Enterprise Asset Management (EAM)
Scroll Up